Categories
Uncategorized

Hindari Kesalahan Ini untuk Manajemen Stok Ritel yang Lebih Optimal

Bagaimana mengelola catatan stok barang menjadi lebih efektif? Sebagai pengusaha dibidang ritel, ketersediaan barang merupakan faktor utama yang menjadi penggerak bisnis Anda. Tentunya, sebagai pengusaha ritel harus sangat memperhatikan stok barang dengan sangat detail. Hal ini dilakukan untuk memperlancar operasional perusahaan. Maka dari itu diperlukan pembukuan yang wajib Anda miliki dalam mengelola bisnis, hal ini juga bertujuan menghindari terjadinya kesalahan dalam mengelola ketersediaan. Maka dari itu sebuah perusahaan harus memiliki staf pengawas gudang, staf inventory dan staf pembukuan stok barang yang bertugas mengatur masuk-keluar barang dari gudang. Ada 5 hal yang harus dihindari untuk manajemen stok ritel yang lebih optimal, yakni:

1. Hubungan dengan supplier yang kurang komunikasi 

Kesalahan pertama yang wajib dihindari adalah kurangnya komunikasi dengan supplier ritel Anda. Jika hal itu terjadi, maka bisnis ritel Anda akan berjalan secara tersendat-sendat karena stok barang yang bergantung dengan aktivitas supplier. Jadi sebaiknya sejak awal berbisnis, pengusaha ritel harus mencari supplier yang jelas kredibilitasnya, saling support, dan gercep merespon permintaan tambahan stok, termasuk komplain Anda jika produk yang datang bermasalah dan rusak.

Baca : Inilah Tips Mengatur Layout Toko agar Toko Semakin Cuan

2. Pengelolaan stok barang yang asal

Pengecekan manual dengan hitungan tulisan tangan itu sebaiknya sudah tidak dilakukan lagi. Namun, cara konvensional ini masih dapat kita temukan di beberapa perusahaan. Dengan cara manual ini kemungkinan human error lebih besar terjadi. Maka dari itu perusahaan perlu menggunakan aplikasi khusus pengelola stok barang yang sudah banyak ditawarkan oleh pengusaha software bisnis. Dengan begitu, staff inventory akan terbantu lebih cepat untuk mengecek stok semua barang yang tersedia dan barang yang akan tiba.

3. Tidak membuat perencanaan dan proyeksi stok barang

Kesalahan selanjutnya adalah tidak membuat perencanaan dan proyeksi stok barang. ini bisa memunculkan ketidakstabilan suplai dan demand. Persediaan barang bisa berlebihan, atau sebaliknya malah kurang hingga kosong. Jadi staf inventory wajib melakukan perencanaan dan proyeksi stok barang secara berkala.

4. Tidak paham dan tidak menjalankan sistem persediaan stok barang

Terlalu banyaknya stok barang di gudang tanpa pengecekan berkala, membuat barang bisa rusak dan ternyata sudah kadaluarsa. Untuk itu, perlu menjalankan sistem persediaan stok barang, yakni bisa memanfaatkan aplikasi toko yang bisa mencatat stok barang masuk dan keluar dalam pembukuan online. 

5. Tidak memperhatikan waktu kadaluarsa barang

Kesalahan selanjutnya adalah tidak memperhatikan waktu kadaluarsa barang.  Penting sekali agar stok barang yang tersedia tetap berkualitas bagus. Maka staff inventory wajib memberi catatan dan pembagian barang sesuai waktu kadaluarsa. Barang dengan waktu kadaluarsa yang 2-3 bulan akan habis, segera dikeluarkan. Jangan ada penumpukan barang dengan bercampur yang bagus dengan yang sudah rusak.